Fungsi dan Peranan Orang Tua

  1. Perkawinan

Perkawinan diminangkabau tidaklah mewujudkan keluarga inti (nuclear family) karena suami istri masing – masing menjadi anggota dari sukunya (garis keturunan ibu) masing – masing. Suami datang kerumah istri sebagai seorang sumando dan dia berperan didalam sukunya (saparuik) selaku mamak. Pengertian keluarga terdiri dari ibu, ayah, anak – anak sebagai suatu unit tersendiri, tak kenal ditemui dalam struktur sosial kemasyarakatan minangkabau. Dalam proses sosialisasi dalam rumah gadang banyak ditentukan oleh peranan ibu dan mamak, namun paling dominan dalam proses sosialisasi adalah peranan ibu dan si isteri. Anak – anak lebih memihak kepada ibu dan keluarga ibu, bukan kepada ayah.

  1. Proses sosialisasi

Proses sosialisasi anak laki – laki menuju remaja/dewasa ditentukan oleh mamak, surau yang berfungsi ganda berperan sebagai berikut :

  1. Sebagai lembaga pendidikan
  2. Berkumpulnya lembaga baru
  3. Sebagai asrama bagi anak laki – laki

disurau berlangsungnya sosialisasi baik dibidang adat  dan agama, maupun dibidang keterampilan dan bela diri, karena mamak dan orang tua yang menduda, atau baganyi tak pulang kerumah istri, tidur disurau. Karena itu sosialisasi dan pembudayaan semakin intensive. Dengan adanya sekolah atau madrasah sosialisasi sebahagian beralih pula dari surau ke sekolah/madrasah. Transfer sebagai fungsi dan peranan surau ke lembaga pendidikan formal (sekolah/madrasah) perlu duperhitungkan secermatnya. Bagi anak perempuan disamping rumah gadang, peranan suraupun bersama anak laki – laki ikut memproses sosialisasi dan pemberdayaan. Hanya bedanya anak perempuan tidur dirumah.