“KEMBALI AKTIF SETELAH VAKUM SELAMA 30 TAHUN”

Sasaran Silek Sanggo Nani dan Puti Reno Nilam adalah kesenian daerah yang berasal dari Jorong Melur Kenagarian Lubuak Jantan Kabupaten Tanah Datar. Sasaran silek ini sudah berdiri semenjak tahun 1985 dengan memainkan tari Randai Anggun Nan Tongga yang berasal dari Padang Pariaman. Nama Sasaran Silek Sanggo Nani ini maksudnya ialah “Ayam Balago” atau Ayam Berlaga, yang diketuai oleh Bapak Zulkifli, sekretaris  Ibuk Hertati, Pembina  Ibuk Nurfatimah, dan Bendahara Bapak Effendi

Sasaran ini pernah tampil di Taman Budaya Padang pada tahun 1990, dua tahun setelah itu mereka tampil di Kebun Binatang Bukit Tinggi selama dua hari, mereka di panggil untuk mengisi acara pernikahan, pesta, dan acara hiburan. Pada saat itu banyak peminat sasaran Silek sanggo nani, karena Teknologi saat itu belum berkembang.  Anggota sasaran silek makin hari main berkurang maka sasaran silek tidak lagi aktif dalam melakukan latihan randai dan lainnya.

Setelah vakum lebih kurang 30 tahun, sasaran silek ini sama sekali tidak ada kegiatan baik itu randai, tari, maupun silek karena banyak Pemuda yang Merantau. Pelatih pun sibuk  mengurus Keluarga. Bangkitnya Pembina sasaran silek sanggo nani ini  setelah masuk sekolah kedua anaknya di SMA 1 Lintau Buo Utara.  Mulai dari situ lah Pembina mulai melatih anak-anaknya untuk bisa tampil di sekolah, kemudian adanya Keinginan anak-anaknya untuk belajar silek, randai, dan tari. Disamping itu juga Pembina memberikan arahan dan motivasi kepada mereka akan pentingnya Sasaran Silek tersebut.

Setelah anak-anaknya tampil di SMA, teman temanya ada keinginan untuk belajar  dan menambah ilmu tentang silek, randai, dan tari. Pembina pun bersedia memberikan ilmu nya kepada anak-anak tersebut sehingga latihan di laksanakan pada malam hari. Awal mulanya hanya lima orang, kemudian bertambah lagi, Ada yang pergi dan ada yang kembali.

Pada tahun 2014 Murid yang tertua saat itu ialah Roby, Ragil, Ruli, dan Rafli, mereka latihan di depan Rumah. Saat itu murid dari sasaran silek ini semakin banyak sekitar 20 orang kemudian pindahlah di mesjid Muslimin karena lapangan yang luas dan yang melatih hanyalah ibuk Nurfatimah atau biasa di panggil buk Ima.

Dari situlah Ibuk Ima berkeinginan untuk member tahukan  kepada kepala Jorong Melur, karna Buk Ima ingin anak-anaknya bisa melakukan Latihan, kemudian Kepala Jorong menyetujui apa yang di sampaikan oleh buk Ima akhirnya berdirilah tempat sanggar Sasaran Silek Sanggo Nani.

Pada tahun 2015 Ibuk Ima membuat proposal ke Anggota Dewan di Batu Sangkar yang bernama Bapak John Kanedi, keluarlah dana sebesar Rp. 10.000.000 dari dana inilah sanggar nani bisa di renovasi. Setelah itu buk Ima kembali memasukkan proposal di Yayasan Kesetiakawanan Jakarta, satu tahun kemudian barulah mendapatkan hasil.

Setelah berlanjut selama satu tahun barulah mereka  pertama kali tampil  dari di Kuranji saat pesta pernikahan, randai, dll. Kemudian kegiatan di lanjutkan di tanah lapang saat Acara Randai. Kemudian tampil di luar daerah di padang yakni menampilkan pencak silat yang dibawa oleh LP2M (Lembaga Pemberdayaan Perempuan Masyarakat), LP2M lagi membawa sasaran silek ke padang pariaman untuk penyambutan Bapak Bupati. Kemudian dibawa lagi ke Riau untuk menghadiri pesta pernikahan.dari Nagari Sendiri memberikan baju sebanyak 10 pasang.

Harapan dari sasaran silek ini agar tidak hilangnya Budaya Minang Kabau yang selama ini mulai menghilang, untuk remaja di kenagarian lubuak Jantan  ini tidak terjerumus kepada prilaku kenakalan remaja.

   

Kontributor : Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *