Profil Nagari Lubuk Jantan

a) Kondisi Geografis
Nagari Lubuk Jantan memiliki wilayah seluas 7.894 Ha , dengan ketinggian 750-900 meter dari atas permukaan laut. Adapun batas-batas wilayah nagari, adalah:

  1. Sebelah Barat : Tepi Selo
  2. Sebelah Timur : Sumpur Kudus
  3. Sebelah Selatan : Buo/Tigo Jangko
  4. Sebelah Utara : Tepi Selo/Tanjung Bonai

b) Asal-Usul
Asal mula terbentuknya nagari Lubuk Jantan adalah terdapat suatu lubuak, dilubuak tersebut ditemukan mayat seorang laki-laki, maka sepakatlah para ninik moyang waktu itu memberi nama nagari dengan lubuk Jantan. Sedangkan ninik mayangnya berasal dari Sungayang, Parambahan dan Padang Ganting. Baca disni sejarah lengkap nagari Lubuk Jantan.

c) Suku dan Pola Adat
Nagari Lubuk Jantan memakai Pola Adat ” Bodi caniago”, terdapat 4 suku, yaitu:
(1) Suku Kutianyia
(2) Suku Mandahiliang
(3) Suku Caniago
(4) Suku Melayu

d) Proses Mewariskan Adat Istiadat
”Patah Tumbuah Hilang Baganti” menurut garis keturunan dari Ninik ke Mamak dan dari Mamak ke kemenakan dengan prosedur melalui kata mufakat/ musyawarah kaum, dari kaum ke kampung, kampung ke suku kemudian baru secara nagari.

Pembangunan Jalan :
Jalan Kabupaten    : 37.4
Jalan Nagari            : 34.1 Km. , 14.1 Km Masih Tanah dan  20 Km Rabat Beton

Sungai Mengalir :  –

  • Batang Sinamar
  • Batang Tompo
  • Batang Selo