Sejarah Nagari Lubuk Jantan

Pada zaman dahulu kala sarana transportasi yang utama adalah sungai, maka tempat tinggal/pemukiman penduduk pada umumnya di pingir – pinggir sungai termasuk negeri kita ini.

Ada sebuah tanjung yang disana banyak tumbuh pohon pauh/semacam mangga, karena itu tempat tersebut dinamakan tanjung pauh, letaknya tidak jauh dari pinggir sungai tetapi agak ketinggian, disinilah tempat tinggal nenek moyang orang negeri ini. Sungai yang melalui negeri ini bernama batang sinamar berasal dari daerah agam nan luhak nan lima puluh dan bermuara dikuala tungkal disebelah tumur pulau sumatera dan selanjutnya memudahkan hubungan kemalaka, tiongkok, tiongkok selatan, india dan timur tengah.

Batang sinamar ini ada yang dangkal dan ada pula yang dalam, bahagian yang dalam ini dinamakan lubuk. Dikawasan tanjung pauh ini ada sebuah lubuk yang pinggirnya ditumbuhi oleh sebatang pohon beringin yang rimbun dan rindang, dan diatas pohon beringin berdiam bermacam – macam burung dan binatang lainnya seperti beruk, kera, siamang, ungko, bangau dan lain – lainnya mempunyai kelainan dari binatang yang biasa kita lihat. Umpamanya : siamang biasanya bulunya hitam, tetapi disini terdapat siamang yang bulunya putih. Oleh karena bermacam – macam keajaiban ini pohon beringin itupun mempunyai keistimewaan/kesaktian pula. Jangankan ditebang, dipatahkan saja rantingnya orang tersebut bisa sakit.

Pada suatu hari, seorang penjala/penangkap ikan menemukan sosok manusia sedang terlungkup dan rambut pendek di tepi lubuk beringin sakti tadi. Setelah didekati sipenjala, sosok manusia itu telah terbujur kaku/meninggal. Lalu penjala itu memberi tahu kepada penduduk yang tinggal tidak jauh dari lubuk tadi, maka berdatanganlah penduduk kesana untuk menyaksikan dari dekat. Anehnya setelah penduduk datang ke lubuk itu ditemui mayat ini telah ditunggui siamang putih. Kemudian siamang ini melompat keatas pohon beringin, karena melihat orang banyak datang.

Setelah beberapa orang tua dari penduduk tadi bermufakat kalau mayat itu dikuburkan tidak jauh dari lubuk itu. Keanehan terjadi lagi karena esok harinya mayat yang dikuburkan kemaren ditemukan lagi dalam lubuk tadi, ini terjadi berulang kali.

Akhirnya orang tuo – tuo tanjung pauh ini bersepakat bahwa mayat ini dikuburkan disebuah bukit kecil yang tidak berapa jauh dari tanjung pauh dan lubuk ini berjarak + 400 m. Beberapa hari kemudian, orang tuo – tuo tanjung pauh ini bermufakat memberi nama lubuk beringin sakti ini dengan kata sepakat memutuskan bahwa lubuk itu adalah lubuk jantan.. Alasannya karena mayat yang ditemukan di lubuk itu adalah orang jantan (laki – laki).

Tahun berganti tahun, masa berjalan juga, penduduk taratak tanjung pauh semakin berkembang biak (ramai). Maka sebagian penduduk berangsur – angsur mencari pemukiman baru, karena kehidupan dipinggir sungai tidak begitu menjanjikan dan menjamin masa depan. Sampailah satu pemukiman baru yang diberi nama koto, setelah menelusuri kapalo rimbo.orang yang mula – mula merambah kapalo rimbo ini diberi gelar perambah. Karena letak koto sangat baik dan tanahnya yang subur, sehingga perkembangan ekonomi penduduk sangat cepat, dalam jangka tidak beberapa puluh tahun, akhirnya koto sudah dirasakan sempit dengan kata sepakat, maka diutuslah 12 orang pemuka masyarakat/adat yang mewakili 4 suku masing – masing 3 orang sebagai berikut :

Dari suku mandahiliang terdiri dari :

  1. Datuak mangkuto
  2. Datuak paduko rajo
  3. Datuak bijo

Dari suku caniago :

  1. Datuak bijayo
  2. Datuak sinaro
  3. Datuak paduko sinaro

Dari suku melayu terdiri dari :

  1. Datuak rajo penghulu
  2. Paduko besar
  3. Datuak penghulu besar

Dari suku kutianyir terdiri dari :

  1. Datuak permato budi
  2. Datuak paduko sirajo
  3. Datuak sangguno

Utusan ini berjalan kearah utara dari koto ini, setelah berhari – hari berjalan melalui hutan balantara, sampailah utusan ini ke suatu tempat yang diperkirakan memungkinkan untuk dijadikan tempat pemukiman penduduk. Setelah tempat ini dibersihkan sekedarnya, maka bermusyawarahlah pemuka masyarakat adat datuk yang 12 orang tadi untuk memberi nama negeri ini dengan nama lubuk jantan. Yang berasal dari lubuk yang berada di taratak tanjung pauh tempat asal datuk – datuk tersebut.

pada zaman akhir – akhir ini, dizaman terdapat desa nan duo baleh tempatnya dibalai selasa, ini berasal dari datuak – datuak nan duo baleh yang sampai ditempat ini dan disinilah dia bermusyawarah memberi nama negeri kita ini dulunya.

Inilah segelumut cerita asal usul nama nagari lubuk jantan yang kami terima dari mulut ke mulut